|
MENGAPA PERLU MEMBUKA KOMUNITAS BARU
Bermula dari Bapak Uskup Purwokerto Mgr J. Sunarko SJ yang bermaksud mengembangkan paroki-paroki di keuskupan Purwokerto, agar pewartaan Kerajaan Allah dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, dan setiap pastor paroki diharapkan tidak hanya memperhatikan umat katolik diparokinya saja tetapi juga masyarakat sekitar parokinya.
Komunitas-komunitas religius di kota Purwokerto diharapkan untuk mengembangkan pelayanannya maka dibukalah komunitas suster OP Adi Dharma untuk menangani karya pelayanan di Paroki Santo Yosep. Para suster perintis komunitas baru di Paroki Santo Yosep akan menempati rumah di belakang BP Adi Dharma yang semula ditujukan sebagai asrama perawat Balai Pengobatan itu. Namun sekian lama asrama perawat tidak dihuni lagi. Suster-suster FCJ pernah tinggal di lantai dua asrama tersebut sebelum mereka mendapatkan rumah kontrakan. Pada tanggal 8 Agustus 2004 Suster-suster Komunitas Ragasemangsang bersama dua suster yang mengawali komunitas baru yaitu Sr. Marietta OP dan Sr. Patricia OP memasang salib perutusan sebagai tanda siap tinggal dan merintis komunitas baru. |  |
Pada waktu itu kami berdoa bersama agar berkat Tuhan makin melimpah baik dalam kongregasi, komunitas ragasemangsang, maupun komunitas baru yang telah dirintis sehingga keselamatan Allah dapat dirasakan masyarakat sekitar.
KEADAAN MASYARAKAT SEKITAR Masyarakat di sekitar komunitas Adi Darma adalah orang-orang dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Jenis pekerjaan mereka adalah guru, buruh, tukang becak, tukang sampah, penjaga parkir, karyawan toko, bahkan banyak pemuda yang menganggur. Tahun pertama komunitas menempati rumah Adi Dharma, beberapa pemuda pengangguran, hampir setiap malam main kartu sambil minum minuman keras di beranda klinik. Kebiasaan buruk pemuda-pemuda itu membuat para suster merasa tidak nyaman tinggal di lingkungan tersebut. Para suster berusaha membicarakan keprihatinan ini bersama pengurus RT yang rupanya juga menjadi keprihatinan warga RT setempat. Selanjutnya para pengurus RT memperingatkan para pemuda itu sehingga sekarang kegiatan yang kurang baik itu lambat laun telah berkurang. |
|
KARYA-KARYA KOMUNITAS Karya Sosial Setelah mengenali kehidupan orang-orang sekitar, Sr. Marietta berinisiatif membantu anak-anak dari keluarga yang tidak mampu dengan cara memberikan beasiswa agar mereka tetap terus sekolah.. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak yang tidak mampu secara finansial tetap mempunyai bekal pendidikan yang layak. Sumber dana beasiswa diperoleh dari para donatur Negeri Belanda.
Karya Pendidikan Sebenarnya TK dan SD Santo Yosep yang berada di wilayah Paroki St. Yosep telah berdiri sejak tahun 1955 dan menjadi bagian dari karya para suster di Jalan Ragasemangsang. Namun sejak dibukanya komunitas di Paroki Santo Yosep, maka suster-suster yang bertugas di kedua sekolah itu pun menjadi anggota komunitas OP Adi Dharma. Dengan demikian karya pendidikan di TK-SD Santo Yosep menjadi bagian dari karya Komunitas Adi Dharma.
Selain memberi pendidikan secara formal melalui sekolah, komunitas juga mempunyai kepedulian pada kebutuhan anak-anak setempat. Sr Karina memberikan les pelajaran sebanyak 2 kali dalam seminggu kepada anak-anak yang tinggal di sekitar biara secara gratis. Sr Marietta mendukung kegiatan ini dengan membelikan papan tulis dan spidol agar pembelajaran berlangsung lancar.
Karya Kesehatan Balai Pengobatan Adi Dharma yang didirikan sejak tahun 1968 merupakan karya kesehatan milik Keuskupan Purwokerto. Namun sejak awal penanggung jawab BP ini selalu dipegang oleh suster OP. Oleh karena itu Mgr Julianus Sunarko SJ meminta para suster OP untuk terus mengelola dan menempati BP Adi Dharma. Maka selanjutnya BP Adi Dharma adalah sarana bagi suster OP untuk mewartakan kehadiran Allah, sehingga dikatakan sebagai karya komunitas OP Adi Dharma.
KEJADIAN-KEJADIAN PENTING
Tanggal 5 Oktober 2004 diadakan Perayaan Ekaristi Pemberkatan Klinik dan Komunitas Santo Dominikus yang dipimpin Romo Paroki Santo Yosep yaitu Rm. G. Widyosoewondo MSC. Pemberkatan ini dihadiri baik umat katolik yaitu dari lingkungan St. Mikael maupun non katolik yaitu pengurus RT, RW setempat.
Tanggal 18 November 2004 Mgr J. Sunarko SJ berkenan mengunjungi komunitas, mendoakan dan memberi berkat bagi rumah asrama yang kini menjadi biara.
Tanggal 23 Januari 2005 Komunitas merayakan Ulang Tahun BP Adi Dharma yang ke-37 dengan mengadakan Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm Canissius Rumondor MSC bersama para dokter dan perawat BP Adi Dharma.
ANGGOTA KOMUNITAS Sr Marietta OP ( Agustus 2004 – sekarang) Sr. Patricia OP ( Agustus 2004 – Juni 2005, pindah ke Santa Maria Cirebon) Sr. Agustiani OP ( Oktober 2004– September 2005, pindah ke Biara OP Ragasemangsang) Sr. Karina OP (Juli 2005 – sekarang) Sr. Mariany OP (Juli 2005 – sekarang) Sr. Diana OP ( September 2005 – sekarang) (Sr. Pat OP)
|