|
Komunitas Santo Dominikus Pulasaren lebih dikenal dengan nama komunitas PAD.. Komunitas PAD merupakan bagian dari komunitas Santa Maria Cirebon. Yang didirikan pada tanggal 11 Mei 1968 , dengan nama pelindung Biara Santo Dominikus. Waktu itu Priorin Virgini OP(alm) sebagai pemimpin Biara Santa Maria. Dalam pembicaraan-pembicaraan antar para suster tercetus ide untuk mendirikan poliklinik. Dengan melihat kondisi masyarakat yang masih miskin dan sederhana, masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pedagang, dan nelayan Maka ide tersebut disampaikan kepada Provinsial yang waktu itu dijabat oleh Sr Fransisca OP (aim) dan kepada Pastor Raaymakers (aim) yang waktu itu menjabat sebagai Pastor Paroki Santo Yosep Cirebon. Dan diyakini sebagai tangan Tuhan waktu itu ada keluarga yang akan menjual rumahnya yang berada di Jl. Cangkol, maka setelah melalui pertimbangan yang masak, rumah itu dibeli dan mulai direnovasi dengan mengambil tenaga kerja dari Santa Maria. Setelah renovasi selesai Sr Cecilial OP mendapat tugas untuk membersihkan dan membereskan rumah tersebut. Dan rumah baru ini mulai ditempati oleh Sr M. Fransisco OP (aim) sebagai bidan dan pemimpin, Sr M. Willibrorda OP (aim) sebagai urusan Rumah tangga dan Sr Cecilia OP sebagai perawat. |  |
Dibantu oleh beberapa Dokter ; dr. Rusman, dr, Tejopi, dr. Thomas. Karena tempatnya terbatas maka ketiga Suster tersebut tidur dalam satu kamar. Adapun kapasitas kamar ada 3 ruangan yang menampung 8 tempat tidur. Mulailah para Suster mengurus surat izin mendirikan Klinik bersalin. Dan melalui SK Gubernur Jawa Barat, tanggal 09 Mei 1968 dengan nomor 11 l/B.VI/Phys/SK/68 secara resmi pada tanggal 1 Maret 1968, para Suster memulai tugas baru membuka Klinik bersalin di Perceel No. 37 Jl. Jos. Sudarso (Tjangkol).
| Yang bertujuan : Bentuk nyata pelayanan terhadap mereka yang membutuhkan, melayani masyarakat yang tidak mampu dan memberi pelayanan kesehatan diberbagai lapisan masyarakat. Adapun bentuk pelayanannya adalah : membuka praktek pemeriksaan ibu hamil, membantu persalinan, memandikan bayi pasien post partus, perawatan / pengobatan umum Selain itu para Suster mengadakan kunjungan ke Stasi-stasi untuk mengunjungi umat dan memberikan pelayanan kesehatan. Pada awal belum banyak pasien yang berminat untuk menggunakan jasa pelayanan Klinik Bersalin, mereka berpandangan mahal dan adanya Kristenisasi. |
Bersamaan dengan berbagai percobaan , tantangan dan kasus demi kasus yang dapa teratasi dengan tetap percaya bahwa tangan Tuhan yang berkarya, maka mulailah Klinik bersalin dikenal masyarakat dan mulai berkembang. Dengan pasien yang begitu banyak dan sering merujuk, maka mulailah para Suster untuk memikirkan perluasan Klinik bersalin tersebut.
Pada bulan Nopember 1972 Klinik Bersalin menempati, tempat yang baru di Jl Pulasaren No.7 ( sekarang ) dengan nama Klinik Bersalin Panti Abdi Dharma, Dengan kapasitas 7 kamar pasien, 25 tempat tidur untuk Ibu dan 23 tempat tidur bayi, dilengkapi ruangan VK dengan 6 tempat tidur. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat saat itu masih melanjutkan pelayanan yang diberikan di Klinik Bersalin lama ditambah dengan adanya memberikan imunisasi dasar. Para Suster yang tinggal di komunitas PAD saat itu adalah Sr Angeline OP sebagai Pemimpin komunitas, Sr Willibrorda OP sebagai urusan rumah tangga, Sr Fransisco OP sebagai tenaga bidan. Sr Marietha OP sebagai tenaga perawat, Sr Ignatia OP sebagai tenaga penjahit Pada tahun 1973 Sr. Fransisco OP dan Sr Mariettha OP pindah tugas dan digantikan oleh Sr Gerarda OP, sebagai penanggungjawab Klinik Bersalin.Dalam perjalanan pelayanannya, Klinik Bersalin Panti Abdi Dharma mulai dikenal masyarakat luas, hal ini terbukti jumlah pasien dalam setiap bulannya semakin bertambah, hingga mencapai rata-rata mencapai lebih dari 50 pasien yang dirawat Dengan melihat kenyataan yang ada , mendorong Sr Gerarda OP untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan terhadap pasien , dengan menambah beberapa fasilitas pelayanan. Dengan meningkatnya jumlah pasien dalam setiap bulannya dan dukungan komunitas saat itu yang terdiri dari Sr Clara OP, Sr Therese OP, Sr Willibrorda OP semakin mendorong Sr Gerarda OP untuk lebih meningkatkan pelayanannya dan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan minta izin penggantian status Klinik Bersalin menjadi Rumah Sakit Bersalin. Setelah mengikuti dan memenuhi persyaratan yang ditawarkan , pada tahun 1983 keluarlah Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.lOlG/Yan.Kes/RS 1983 yang menyetujui pergantian status dari Klinik Bersalin menjadi Rumah Sakit Bersalin, Dengan status Rumah Sakit Bersalin, maka pelayanan bertambah yaitu dengan adanya Ruang Operasi. Berkat kerjasama yang baik antara penanggung jawab dengan para dokter, para bidan , para perawat dan karyawan-karyawati, jumlah pasien setiap bulannya menunjukkan peningkatan. Yang terlihat pada tahun 1982 - 1986 pasein yang melahirkan diatas 70 pasien untuk setiap bulannya. Rumah Sakit Bersalin dikenal masyarakat karena bersih, rapi, pelayanannya cepat dan sangat memuaskan, disiplin. Selain melaksanakan karya kerasulan, para Suster di komunitas PAD juga melaksanakan kegiatan Pastoral dengan membagi komuni ke rumah-rumah orang sakit yang tidak bisa menghadiri Ekaristi pada hari Minggu yang dilaksanakan setiap hari Senin, mengikuti kegiatan lingkungan setiap hari Senin, memberikan pelajaran agama kepada para Katekumen yang berusia di atas 60 th dan bekerjasama dengan Dokter untuk mengadakan pelayanan kesehatan / pengobatan ke Stasi Capar.
Tahun 1987 di Cirebon mulailah dibangun Rumah Sakit-Rumah Sakit seperti Rumah Sakit Klayan, Rumah Sakit Ibu dan Anak Sumber Kasih dan Rumah Sakit Bunda dll. Hal ini sangat berdapak bagi RSB Panti Abdi Dharma karena jumlah pasien menunjukkan angka penurunan yang cukup tinggi. Masyarakat berpandangan bahwa Rumah Sakit -Rumah sakit tersebut masih baru, dan lebih murah. Namun hal itu tidak berlangsung lama. RSB Panti Abdi Dharma tetap menjadi Rumah Sakit pilihan masyarakat kerena pelayanan dan kebersihannya. Bahkan banyak juga pasien yang berdatangan dari luar kota seperti Lobunta, Indramayu, Losari, Ciledug, Brebes dan sekitarnya, Pada tahun 1989 Komunitas PAD bertambah 1 orang anggota komunitas yaitu Sr Christophora OP dengan tugas sebagai juru rawat di RSB. Panti Abdi Dharma.
Tahun 1990 Komunitas PAD atas persetujuan Provinsial menanggapi permintaan Paroki Santo Yosep yaitu meminta seorang tenaga perawat ( Suster ) yang menangani Balai Pengobatan milik Paroki yang diutamakan pelayanan kesehatan terhadap orang-orang kecil. Tahun 2002 dengan adanya para Bidan boleh membuka praktek, dan membantu persalinan di rumah. Dan para dokter spesialis kandungan mulai membuka praktek dan membantu persalinan, maka menjadi ancaman bagi RSUB Panti Abdi Dharma. Hal tersebut sangat berdampak, menjadikan angka kunjungan pasien baik rawat inap/ persalinan, maupun kunjungan rawat jalan sangat menurun Bagi masyarakat menengah kebawah mereka merasakan bahwa periksa dan melahirkan di tempat bidan tidak memerlukan perawatan yang lama dan biaya murah, mereka tidak lagi memikirkan mutu pelayanan , yang mereka pikirkan adalah biaya.
Waktu terus berjalan, perkembangan zaman telah mengubah pola hidup dan pola pikir masyarakat, tuntutan perubahan dan peningkatan pelayanan telah menjadi tantangan utama dalam perkembangan RSB. Panti Abdi Dharma. Oleh karena itu untuk meningkatkan mutu pelayanan dan menjadikan RSB Panti Abdi Dharma menjadi Rumah Sakit Bersalin pilihan di kota Cirebon, maka pada tahun 2003 penanggung jawab ( Sr Hendrika OP ) mulai mengadakan pembenahan - pembenahan, baik renovasi bangunan, dengan menambah ruangan-ruangan maupun dari segi pelayanan, Dari segi pelayanan Setiap hari Senin dan Jumat diadakan pemeriksaan bayi oleh seorang Dokter Umum pemberian Immunisasi dasar dan immunisasi lanjutan serta immunisasi lairmya. Setiap hari Rabu : Senam Hamil yang disertai penyuluhan dan tanya-jawab. Home visit ke rumah-rumah pasien post partum, Ibu hamil dan bayi ( rawat jalan PAD ). Setiap hari ada pemeriksaan oleh Dokter Umum di Poliklinik Umum. Melayani penjemputan pasien di rumah apabila akan melahirkan dengan ambulance. Melayani pengantaran pasien post opname ke rumah dengan mobil PAD. Dari segi bangunan / ruangan : Tempat pendaftaran tersendiri dan ruang administrasi. Ruang obat/Farmasi Tempat parkir - Praktek Dokter Spesialis Kebidanan
- Praktek Dokter Spesialis Anak
- Praktek Dokter Umum (Poliklinik )
- Ruang RM (Medical Report)
- Ruang Personalia
- Ruang rawat inap untuk kelas VIP ( menjadi 2 kamar )
Pada bulan Nopember 2004 mulai dibuka praktek Poli Spesialis kandungan setiap hari. Pebruari 2005 : - dibuka Praktek Poli Umum setiap hari dibuka Praktek Poli Spesialis Anak setiap hari Sabtu.
Dengan adanya hal tersebut mulai menunjukkan peningkatan pada angka, baik dalam pelayanan rawat inap maupun pelayanan rawat jalan Demikian pengumpulan data riwayat berdirinya dan perkembangan Komunitas dan karya Biara Santo Dominukus (PAD ). (Sr. Vianita.OP)
Sumber: Mbak Lies Suparso ( Sr. Cecilia OP/ Tahun 1968), Bapak Warsidi ( karyawan tahun 1968 - 2001), Sr Marietha OP (1971-1973), Sr Katerina OP, Sr Christophora OP ( 1998 - sekarang), Sr Hendrika OP dan para perawat / karyawan yang masih berkarya.
|