spread the world be a dominican
|
Yayasan Santo Dominikus Cabang Yogyakarta Jl.Melati Wetan No 53 Yogyakarta INDONESIA Phone 0274 561217 |
|
Awal Komunitas Purwokerto Barat
|
Komunitas Purwokerto Barat |
|
Berawal dari kedatangan Para Misionaris ke misi Kristus Raja
Kehadiran biara OP di Purwokerto tidak bisa dilepaskan dari peran Para Misionaris baik tenaga rohaniwan / rohaniwati yang diminta dari negeri Belanda. Pada tanggal 18 Juni 1929 datanglah 6 Suster Ursulin dari negeri Belanda ke Purwokerto. ehadirannya telah dipersiapkan oleh Tuan Fermont dengan pembangunan biara yang diberi nama biara Angela.  | Jejak pertama perutusan Suster Ursulin ini adalah mendirikan sekolah sebagai sarana pewartaan iman. Meski sampai tahun 1929 umat Katolik Eropa masih mendominasi namun berkat jejak-jejak perutusan misionaris perkembangan umat Katolik Jawa cukup pesat dari 60 orang yang menjadi Katolik 1 tahun kemudian menjadi 199 orang yang mengimani Kristus. Perkembangan umat Katolik tersebut rupanya berkaitan dengan adanya sekolah-sekolah Katolik. Untuk mengimbangi perkembangan tersebut pada awal tahun 1930 para suster memperluas gedung sekolah dan biara. |
Awal Pencerahan Meski situasi negeri masih dicengkeram oleh penjajahan Belanda namun pada tahun 1932 merupakan tahun yang menggembirakan bagi karya misi di Jawa, sebab Kardinal Van Rossum mengajukan permohonan kepada Kongregasi Suci Propaganda Fide di Roma agar misi Purwokerto ditingkatkan menjadi Prefectur Apostolik. Permohonan dikabulkan tagl 26 Januari 1932 Romo BJJ Visser MSC sebagai Prefentus Apostolicus Purwokerto. Peningkatan status Purwokerto ini membawa pengaruh positif dan pencerahan bagi karya misi dan pewartaan iman pada tahun-tahun berikutnya.
Masa Peralihan  | Masa ini tak bisa dilepaskan dari bayang-bayang ketegangan negeri ini yang terjadi antara tahun 1941 – 1942. Kegelisahan dan kecemasan memuncak taktala terdengar berita bahwa Jepang berhasil menghancurkan Pearl Harbour, sebab ini bisa di artikan bahwa suka atau tidak pulau Jawa dan bahkan seluruh dataran. Asia akan terseret ke dalam arus bencana peperangan. Tak ada yang bisa diperbuat selain mempersenjatai diri dengan intensitas doa, memohon kepada Tuhan |
Peristiwa ini membawa pengaruh besar bagi dinamika kehidupan religius waktu itu. Akibat pergolakan itu banyak Suster / Romo / Bruder Misionaris dari tanah misi kembali ke tanah airnya atau ditahan oleh tentara Jepang. Maka banyak biara ditutup atau dialihkan karena semakin terbatasnya jumlah anggota. Dengan demikian orientasi karya kerasulan Tarekat / Ordo mengalami peralihan drastis demikian juga Tarekat Ursulin menyerahkan tongkat estafet perutusannya Tarekat Suster-Suster Santo Dominikus pada tanggal 1 januari 1952.  | Dari sini kita mulai Pengalihan biara dan karya dari Suster Ursulin ke Suster St Dominikus tidak otomatis semua tinggal meneruskan, karena terbatasnya tenaga baik Suster maupun awam, maka semua harus dimulai ditata dan dirumuskan kembali. Dasar yang telah dimulai oleh Para Suster Ursulin sungguh sangat berharga bagi pengembangan karya Tarekat maupun Gereja dimasa selanjutnya. Dan dasar itulah yang telah memotivasi Sr.Alfonsa Hogenbosch OP dan Sr. Bernadette OP untuk memulai karya di Purwokerto yaitu di Jl. Gatot Subroto no 44. |
Jenis karya yang telah dimulai Suster Ursulin yang kemudian di serahkan pada Suster OP adalah :
TK Santa Maria yang berdiri sejak 1 Agustus 1929. Sebuah terobosan yang berani bahwa TK didirikan 3 bulan setelah Suster Ursulin datang ke Purwokerto. Keberanian ini juga menjadi potret masa depan bahwa pendidikan merupakan sarana yang efektif bagi pewartaan iman.
SD Santa Maria Sekolah ini didirikan bersamaan dengan TK Santa Maria yaitu 1 Agustus 1929.
Sekolah Kepandaian Gadis ( SKG ) 1948 Untuk kemudian berubah menjadi sekolah kepandaian putri dan tahun tahun 1975 berubah nama lagi menjadi SKKP Imakulata. Sekolah ini pada awalnya hasil dari perwujudan sebuah komitment untuk mengangkat derajat perempuan dari bayang-bayang penindasan budaya Patriarki., sekaligus sebagai upaya pemberdayaan perempuan dalam rangka membangun pewaris generasi yang lebih baik dimasa yang akan datang. Dari SKKP beralih fungsi jadi SLTP Imakulata Susteran. Dan sejak 1 Juli 1981 menjadi SMP Susteran sampai sekarang.
Perkembangan selanjutnya Berdiri RS. St. Elisabeth Setelah 3 tahun berpacu mewarisi dan dengan semangat besar untuk mengembangkan karya perutusan Gereja maka atas dukungan banyak pihak dan atas seijin Overste Cimahi dan negeri Belanda didirikanlah klinik bersalin yang diberi nama Klinik Bersalin Santa Elisabeth dengan pimpinan Sr Lisabetha Puben OP. Klinik ini menempati sebagian depan rumah biara para Suster di Jl. Gatot Subroto 44. saat pendiriannya diberkati oleh Pastor Van Hoos MSC dihadiri oleh Bapak Bupati dan wakil Residen kabupaten Banyumas.
Perkembangan selanjutnya pada tanggal 17 November 1992 klinik bersalin St. Elisabeth beralih nama dan fungsi sebagai Rumah Sakit khusus Ibu dan Anak Santa Elisabeth ditandai dengan pemberkatan oleh Uskup Purwokerto Mgr. Pascalis Hardjosoemarto MSC. Selanjutnya menanggapi kebutuhan mayarakat dan tuntutan pelayanan serta dukungan dan ijin Tarekat, maka Rumah Sakit Ibu dan Anak Santa Elisabeth berubah nama dan fungsinya menjadi RSU St. Elisabeth yang diresmikan tanggal 19 Maret 1996. Pimpinan Dr.SJ Bambang Adyasa, seiring dengan berkat Tuhan dan kerja keras seluruh tim dokter, perawat dan para suster akhirnya pelayanan RS terus berkembang sampai sekarang.
Mendirikan SD. St.Yosef sebagai sarana Pewartaan SD. St Yosef didirikan tanggal 1 Agustus 1955. Namun baru mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sejak Agustus 1956 dengan tujuan untuk mendidik anak-anak Purwokerto bagian Timur. Semula hanya menerima siswa putri, namun karena kebutuhan dan tuntutan masyarakat maka sejak 1976 sampai sekarang menerima siswa putra maupun putri.
Mendirikan TK.St.Yosef Tingginya pertumbuhan populasi penduduk secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan. Kemajuan berbagai bidang kehidupan menimbulkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak dan generasi penerus. Media pendidikan formal semakin dirasa sebagai kebutuhan yang urgren apalagi usia dini seperti TK. Sementara itu TK-TK yang ada saat itu belum mampu menampung besarnya kebutuhan anak usia TK. Oleh keberanian dan tekad yang besar untuk melayani masyarakat maka para Suster mendirikan TK St Yosef yang diresmikan tanggal 1 Agustus 1959 yang bertempat di Jl Komisaris Bambang Suprapto GG II wilayah Paroki St Yosef Purwokerto Timur.
Perpindahan Biara dan Perluasan Rumah. Dalam rangka perluasan karya pelayanan rumah sakit Santa Elisabeth maka pada tahun 1991 kompleks biara yang menyatu dengan kompleks RS. Elisabeth dipindah, dengan membangun rumah baru di Jl. Raga semangsang 50 B seiring dengan perkembangan itu dibangunlah Griya Rosa pada tahun 1996 yang diperuntukkan bagi aspiran dan karyawati Susteran. Namun jauh sebelumnya para suster telah menyediakan rumah bagi karyawan di jalan Trimurti. Dalam perkembangan waktu, para Suster berkarya tidak hanya bidang kesehatan tetapi juga sosial dengan membantu mengelola Rumah Retret Hening Griya, dan Balai Pengobatan Adi Dharma keduanya milik keuskupan. Untuk selanjutnya mulai 8 Agustus 2004 Balai Pengobatan Adi Dharma menjadi komunitas tersendiri.
|
|
|
OOPS. Your Flash player is missing or outdated. Click here to update your player so you can see this content.
Jumlah Pengunjung
 | Hari Ini | 14 |  | Total | 39992 |
|