spread the world be a dominican
|
Yayasan Santo Dominikus Cabang Yogyakarta Jl.Melati Wetan No 53 Yogyakarta INDONESIA Phone 0274 561217 |
|
Awal Rm. Frans Harjawiyata. OCSO
|
Ordo Dominikan didirikan oleh St.Dominikus, dengan tujuan untuk : - Pewartaan - OP
- Keselamatan Umat Manusia
"Celakalah aku jika tidak mewartakan sabda Allah" Kata kata Paulus yang dipegang dan dihidupi oleh St.Dominikus. Beberapa anggota Dominikan yang menjadi penyalur Rahmat Allah - St.Dominikus
- St.Thomas Aquinas
- St. Albertus Angung
- St. Pius V
- St. Martinus de Porres
- St. Katarina Siena
- St. Rosa de Lima
Santo Dominikus dilahirkan di Calaruega, Spanyol pada tahun 1170 dari keluarga Felix Guzman dan Bl. Joan of Aza. Ia melewati masa kecilnya tanpa peristiwa besar yang menyolok. Ia ditahbiskan menjadi imam saat masih belajar di Universitas di Palencia pada tahun 1199. Ia menjadi pemimpin biara di Osma yang mengikuti secara ketat aturan yang dikembangkan oleh St. Benediktus.  Kematian uskup Diego pada tahun 1208 berkoinsiden dengan pembunuhan duta kepausan Peter de Castelnan oleh kaum heretis Albigenses. Paus Innosent III selanjutnya melancarkan kampanye militer melawan Count Raymund, pemimpin heresy dari kelompok ini, yang selanjutnya mewarnai perang saudara serta pembunuhan massal yang berlangsung selama lima sampai tujuh tahun. Dominikus mengikuti para serdadu tersebut dan berkotbah dengan penuh semangat untuk menobatkan kaum heretis Albigensians. Tahun 1214 pemimpin heretis tersebut memberikan rumah di Casseneuil kepada Dominikus serta tujuh pengikutnya untuk mendirikan sebuah ordo yang menyerahkan seluruh diri demi pertobatan kaum heretis Albigensians. Biara baru ini gagal mendapatkan persetujuan dari Konsili Lateran pada tahun 1215,  | Namun pada tahun 1216 Paus Honorius III menyetujui pendirian ordo ini, dan dengan itu OP atau Order of Preachers berdiri secara sah. Tahun 1214 pemimpin heretis tersebut memberikan rumah di Casseneuil kepada Dominikus serta tujuh pengikutnya untuk mendirikan sebuah ordo yang menyerahkan seluruh diri demi pertobatan kaum heretis Albigensians. Biara baru ini gagal mendapatkan persetujuan dari Konsili Lateran pada tahun 1215, namun pada tahun 1216 Paus Honorius III menyetujui pendirian ordo ini, dan dengan itu OP atau Order of Preachers berdiri secara sah. Di akhir hidupnya Dominikus mengkonsentrasikan diri untuk mengatur kehidupan ordo serta membuat perjalanan panjang ke Italia. Spanyol dan Prancis untuk berkotbah yang menarik begitu banyak kaum muda serta membangun rumah-rumah biara yang baru. |
Ia meninggal pada tanggal 6 Agustus 1220 setelah konsili pertama dari ordo ini di Bologna. Empat belas tahun setelah kematiannya yakni pada tahun 1234 ia dikanonisasikan menjadi orang kudus, dan menjadi santo pelindung para astronom  | Pestanya dirayakan setiap Tanggal 8 Agustus. Dominikus juga mendorong umatnya untuk bersikap rendah hati dan melakukan silih. Suatu ketika seseorang bertanya kepada St Dominikus buku apakah yang ia pergunakan untuk mempersiapkan khotbah-khotbahnya yang mengagumkan itu. “Satu-satunya buku yang aku pergunakan adalah buku cinta,” katanya. Ia selalu berdoa agar dirinya dipenuhi cinta kasih kepada sesama. Dominikus mendesak para imam Dominikan untuk membaktikan diri pada pendalaman Kitab Suci dan doa. Tidak seorang pun pernah melakukannya lebih dari St. Dominikus dan para pengkhotbahnya dalam menyebarluaskan devosi Rosario yang indah. |
|
|
|
OOPS. Your Flash player is missing or outdated. Click here to update your player so you can see this content.
Jumlah Pengunjung
 | Hari Ini | 54 |  | Total | 17176 |
|