|
Oleh Dewan Paroki dan Wilayah, Suster-suster OP di percayakan sebagai pendamping Anak-Anak (PIA), Remaja (PIR), Putra Altar (PA), Kelompok Lektor Wilayah, Keluarga di Wilayah, dan kegiatan lingkungan / Wilayah / Paroki. Tahun 2005 sampai dengan 2007, Suster-suster OP tercatat sebagai anggota Dewan di Wilayah dan di Paroki. Kegiatan pendampingan ini juga kadang di laksanankan di iuar paroki, misalnya antar paroki di KAS.
Bagian Keuangan Tarekat Kantor ekonom Tarekat otomatis ada di biara Maguwo, karena Ekonom Tarekat adalah salah satu dari penghuni biara OP di Maguwo.
Rumah Retret, dll Biara OP di Maguwo yang memiliki kamar cukup banyak dan letaknya di daerah yang cukup baik, juga difungsikan sebagai rumah retret/rekoleksi/seminar, dll.
SITUASI / KEADAAN MASYARAKAT DI MAGUWO Biara OP, Maguwo dahulu boleh jadi yang paling bagus dari sekitarnya. Saat ini banyak rumah-rumah lebih bagus yang di bangun di sekitar biara. Udara yang dahulu dengan lepas dan bebas masuk sehingga membuat suasana menjadi sejuk kini terhalang oleh bangunan-bangunan yang di bangun “ mepet “ dengan biara. Umat mulai akrab kembali dengan para Suster setelah sekian lama “ tertutup” menurut umat, boleh dikatakan kurang terlibat dalam kegiatan pastoral yang ada di gereja wilayah ataupun paroki Kalasan. Umat di lingkungan Assumpta dimana biara OP berada, adalah umat yang cukup kritis dan “pintar-pintar”. Mereka sangat tertib dalam hidup doa bersama, dengan pertemuan setiap kamis, Suster-suster OP pun terlibat dalam memberi renungan, memimpin doa dan juga ketempatan. |
|
Kaum Muda yang ada di wilayah Maguwo cukup bervariatif asalnya. Sebagian dari mereka adalah anak-anak kost, yang sedang belajar ataupun bekerja di Jogja. Wilayah Maguwo bisa dikatakan sangat tertib dalam berbagai hal, terutama dalam Misa setiap minggunya dan variatif dengan adanya Misa Kaum Muda, Misa Remaja, Misa Anak, Misa bahasa “ JAWA “ dll. SEBUAH REFLEKSI Kehadiran tidak akan dirasakan ada bila kita tidak hadir, baik dalam komunitas maupun di lingkungan kita berada.| Suster-suster OP di Maguwo boleh dikatakan pernah " hilang " dari wilayah Maguwo (menurut curhat umat atau tokoh-tokoh setempat), walaupun bangunan biaranya masih tampak sangat baik.Sifat kontemplatif bukan berarti “ bersembunyi “ dibalik doa untuk tidak terlibat dalam kegiatan pastoral di lingkungan setempat, tetapi mau hadir di tengah-tengah mereka. Kontemplatif dan Aktif yang seimbang yang diharapkan dan juga sebagai tuntutan dari Ordo Pewarta memang harus diperjuangan teus menerus. Keseimbangan ini tidak menuntut usia, pendidikan atau pun pengalaman untuk mewujudkannya , akan tetapi hati yang rela berkorban untuk mencinta. Tidak ada kata tidak bisa, karena kalau kita mau, pasti bisa. Disini di tuntut kerendahan hati, ketekunan dan kesetiaan. |  |
Kini Suster-suster OP telah “ kembali “(kata mereka).., selanjutnya? ??
(Sr. Agatha OP)
|