|
Komunitas Wonosari adalah nama "beken"nya. Nama sebetulnya biara Suster Santo Dominikus dengan pelindung St Dominikus. Letak yang tepatnya di dusun Wukirsari, Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul. Nomor telp adalah 0274 - 391825. Alamat suratnya, PO BOX 109 Wonosari, Gunungkidul 55800. Siiiippplah selanjutnya disebut saja : KOMUNITAS Wonosari yaaa, yang sudah akrab di telinga.
PADA AWALNYA Denger - denger ada sebuah sekolah yang akan diserahkan oleh Keuskupan Agung Semarang Sekolah tersebut tidak kaya raya. Letaknya juga di pinggiran kota kala itu. Nama sekolah itu adalah: SPG Sanjaya. Karena Kongregasi tertarik maka diutuslah dua orang Suster untuk meintis dan membuka komunitas di Wonosari.
| Mereka itu adalah: Sr. Gemma Sudjarwati OP dan Sr. Anastasia OP (terima kasih untuk Sr. Anas OP, mohon doa bagi kami yang masih berjuang di dunia ini. Tentu Suster, sudah menikmati kebahagiaan di rumah Bapa.). Pada tanggal 9 Agustus 1981 mendapat perutusan baru untuk membuka komunitas baru di Wonosari. Mereka mengawali komunitas baru tersebut dengan kontrak rumah sederhana, setengah papan di Bengkeling Rejosari, Baleharjo. Sr. Gemma OP berkarya di SPG Sanjaya Wonosari (sekarang menjadi SMA Dominikus) dan Sr. Anas OP mengajarkan agama Katolik di SMP Negeri 1 Wonosari. Kesederhanaan menyertai para Suster. Sr. Anas OP dengan riang gembira bersama sepedanya memberikan pelayanan baik di sekolah maupun di lingkungan. |
Sr. Gemma OP juga demikian tetapi dengan berjalan kaki. Di dalam rumah sederhana tersebut dua bulan kemudian diadakan misa peringatan 50 tahun Kongregasi kita. Mereka mengundang umat lingkungan. Waaaahhh pasti seru dan yang pasti juga sangat "guyup". Seneng juga Iho boleh mengalami Kapitel Provinsi, ketika komunitas Wonosari masih tergolong baru dan masih di rumah kontrakan. Kapitel Provinsi Oktober 1 982 memilih Sr. Agnes OP sebagai Provinsial dan Dewannya adalah Sr. Regina OP, Sr. Agustina OP, Sr.Gemma OP, dan Sr. Veronika OP. Komunitas Wonosari sangat bersyukur karena pada tanggal 22 Agustus 1984 dilantiklah Sr. Anastasia OP sebagai Pemimpin Komunitas.
BIARA BARU Satu tahun kemudian, Kongregasi berhasil membeli sebidang tanah dengan luas 2974m2 dan di atas tanah tersebut dibangun gedung Biara. Dua tahun penuh anggota komunitas Wonosari dua Suster saja kemudian pada tanggal 14 Oktober 1983 bergabunglah Sr. Ignatia OP di komunitas Wonosari.. setahun kemudian barulah komunitas Wonosari bila berdoa tidak merangkap peran. Sebab, sehari setelah Natal 1984 datanglah Sr. Gratia OP, seorang suster yunior yang tentu masih bersemangat baja menambah kekuatan komunitas Wonosari.. Pada tahun 1985 tepatnya tanggal 30 September, pembangunan telah usai dan berikutnya pada tanggal itu juga Provinsial, Sr.Agnes OP menyerahkannya kepada Komunitas. Para Suster rame - rame "boyongan" ke rumah biara baru, milik sendiri pada tanggal 1 Oktober 1985. Asyiiik punya rumah biara baru, syukur kepada Allah tentu saja, amin. Rumah biara diberkati oleh Pastor Paroki pada tanggal 27 Oktober 1985. Sampai sekarang rumah biara Komunitas Wonosari masih menampakkan bangunan aslinya. Okey, tidak apa-apa, yang penting pelayanan dan pewartaan sungguh-sungguh Dominikanes kan? |
|
KEHIDUPAN KOMUNITAS Waahhh Komunitas Wonosari cukup dinamis baik dalam hidup berkomunitas maupun hidup berkarya. Kehidupan komunitas disandarkan pada lima pilar hidup Dominikan. Maka selalu lah semua setia pada doa bersama, doa pribadi, Perayaan Ekaristi, rekoleksi, ibadat sabda, makan bersama, rekreasi komunitas, pertemuan komunitas. Komunitas Wonosari sangat setia menghidupi spiritualitas Dominikan. Di sisi lain, komunitas Wonosari juga cukup hidup dalam melaksanakan karya pelayanan. Selain berkarya di Sekolah, yaitu SMA DOMINIKUS, SMP NEGERI 1, STM NEGERI, SMA NEGERI 2 juga sempat membantu di SMP KANISIUS WONOSARI DAN SMP SANJAYA TEPUS (1998), komunitas Wonosari juga melaksanakan kegiatan pastoral. Pelayanan tersebut seperti persiapan babtis, persiapan krisma, liturgi paroki, mesdinar atau putra altar, rekoleksi, kring, mudika, anak -anak, panggilan, pasutri, dan masih banyak lagi sesuai dengan keperluan Gereja. Itu juga Iho membantu Romo ketika musim pengakuan dosa. Romo memberi pengakuan, para suster memimpin ibadat tobat. Dalam kehidupan sebagai komunitas, kami juga disambangi oleh pemimpin kami sejak semasih sebagai propinsi maupun setelah mandiri. Kami diajak kembali untuk kehidupan kita sebagai Dominikanes. Panggiian di Wonosari juga cukup subur siiih. Sudah ada delapan kali yaa yang masuk ke Kongregasi kita sejak Wonosari berada, Semoga semakin subur ya dan pantang menyerah mewartakan kasih Allah sehingga banyak pengikutnya. Novisiat Orientasi Komunitas Wonosari juga mendapatkan kepercayaan dari Kongregasi untuk menerima novis II yang menjalani masa orientasi. Mereka yang pernah menimba kehidupan Komunitas Wonosari adalah seperti berikut : - Sr. Letitia Desember 1985
- Sr. Patricia September 1986
- Sr. Jeanne September 1987
- Sr. Dominika September 1988
- Sr. Ferdinanda September 1990
- Sr. Thekla Agustus 1993
- Sr. Clarita Agustus 1994
- Sr. Theresa September 1999
- Sr. Rosiani September 2001
- Sr. Leonita September 2003
|