|
Formasi awal atau masa postulat-novisiat di Kongregasi Suster Dominikus mempunyai tujuan agar calon secara manusiawi dan rohani cukup matang untuk menjadi suster dalam Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus di Indonesia. Maka rumah khusus untuk pembinaan awal amat penting. Rumah novisiat pertama para Suster OP yang pertama adalah di Kota Cilacap (1935 – 1944). Pada masa perang, biara di Cilacap menjadi sasaran bom, maka untuk sementara novisiat pindah ke Karang Anyar (1944 – 1948). Setelah keadaan Indonesia agak aman, Kongregasi menetapkan Biara Cimahi sebagai Biara Induk sehingga novisiat pun pindah ke Cimahi sejak 1948 sampai 1968. Seiring perjalanan waktu dan perkembangan Gereja, Kota Yogyakarta dipandang mempunyai kemungkinan para calon Suster OP (Dominikanes) belajar lebih banyak dalam berbagai hal. Oleh karena itu Novisiat OP Cimahi dipindahkan ke Baciro Yogyakarta. Tahun 1968 akhir, awal mulanya Novisiat masih menumpang di gedung SMP Pangudi Luhur II Jalan Melati Wetan 53 Yogyakarta, bersama dengan para suster yang studi di Sanata Dharma dan berkarya di sekolah sampai tahun 1969. |  |
Dalam perjalanan waktu, ada himbauan dari pihak Keuskupan Semarang, Mgr. Kardinal Darmoyuwono, Pr bahwa novisiat tidak boleh berada di tengah kota, maka novisiat OP pindah ke Maguwoharjo, maka sejak 1971 novisiat OP beralamat di Jl. Kembang Maguwoharjo. Sementara itu, Kongregasi mempersiapkan gedung Novisiat yang baru yaitu di Jl. Melati Wetan 55 Baciro.
Setelah selama kurang lebih 7 tahun novisiat berada di Maguwoharjo, ternyata ada banyak kendala yang dihadapi. Kesulitan itu berupa fasilitas yang kurang memadai terutama transportasi untuk mengikuti Kursus Gabungan Novisiat (KGN). Maka setelah pembangunan rumah novisiat selesai bulan Mei tahun 1978, novisiat pindah ke Jl. Melati Wetan 55, Baciro. Para suster yang tinggal di SMP PL Baciro maupun para Novis dan Postulan dari Maguwo menempati gedung baru ini. | 
|
Para anggota komunitas yang pertama di Novisiat adalah:
- Sr. Agnes OP sebagai pemimpin komunitas dan pemimpin novis
- Sr. Barbara OP sebagai wakil pemimpin komunitas
- Sr. Xaveria OP, urusan rumah tangga
- Sr. Aloysia OP, Kepala Sekolah SMP PL
- Sr. Veronica OP, guru dan pastoral paroki
- Sr. Caroline OP, guru SD Kanisius
- Sr. Melania OP, studi di IKIP Sanata Dharma
- Sr. Sisilia Suniti OP, novis tahun ke II
- Martinem, postulan
- Sunaringsih, postulan
Masa postulat adalah masa seorang calon dibimbing untuk lebih mengenal dirinya sebagai orang yang beriman pada Tuhan dan mempunyai cita-cita menjadi seorang biarawati. Tuntutan seorang postulan tentu berbeda dengan novis. Oleh karena itu postulat pernah dipisah dengan novisiat yaitu dari tahun 1990 sampai dengan tahun 1996. Para postulan selama rentang waktu tersebut tinggal di Komunitas Studi Santa Katarina, Jalan Kaliurang.
APA SAJA YANG DIPELAJARI SEORANG NOVIS Untuk menjadi seorang yang siap menjadi Suster Dominikanes seorang novis tidak hanya mendapat materi pelajaran yang erat hubungannya dengan hidup membiara seperti kepribadian, Kitab Suci, Liturgi, Hidup Religius, dan lain-lain, namun juga bagaimana membuat refleksi atas semua itu dalam hidup bersama dan karya. Maka di akhir masa novisiat, atau menjelang mengucapkan kaul pertama, para novis diberi kesempatan untuk melaksanakan orientasi di salah satu komunitas karya.
PERISTIWA-PERISTIWA PENTING DI NOVISIAT
1978 rumah baru novisiat diberkati oleh Rm. Al. Susilo Utoyo Pr selaku Pastor Paroki Baciro
9 Desember 1978 kapel baru novisiat dipakai untuk pertama kalinya dalam Upacara Penerimaan Busana Kebiaraan yaitu postulan Martinem dan Sunaringsih.
Tanggal 8 Oktober 1981 Kongregasi merayakan pesta emas 50 tahun di Indonesia. Perayaan ini dirayakan di komunitas masing-masing. Komunitas Novisiat merayakan dengan mengundang para biarawan/wati se-DIY dan juga mengundang Dewan Paroki, Baciro. Perayaan ini dipimpin oleh Rm. Al. Susilo Utoyo Pr, Rm. V.Kartasiswaya Pr dan Rm. Tom Jacobs SJ. Dalam khotbahnya Rm. Tom Jacobs SJ mengatakan bahwa” karya Ordo Pewarta sangat dibutuhkan oleh Gereja”. Dengan demikian berarti kehadiran para suster OP sangat dibutuhkan.
8 Juli 1982, Sr. Agnes OP pindah dari Baciro ke Jakarta untuk mengemban tugas baru sebagai Provinsial.
30 Oktober 1982, Sr. Assumpta OP bertugas di Novisiat sebagai Pemimpin Novisiat menggantikan Sr. Agnes OP.
18 Oktober 1994 setelah sidang Kapitel, Sr. Assumpta OP terpilih menjadi Pemimpin Umum Kongregasi menggantikan Sr. Agnes OP
18 November 1994, Sr.Assumpta OP digantikan oleh Sr. Fidelis OP bertugas sebagai Pemimpin Novisiat.
Oktober 1999 Kapel Novisiat yang baru selesai dibangun. Letaknya ditengah area novisiat, dan kapel lama sekarang dipakai sebagai perpustakaan. Pada tanggal 16 bulan itu untuk pertama kalinya kapel dipakai untuk Perayaan Syukur Pesta 50 tahun Hidup Membiara Sr. Bernadette OP dan 40 tahun Hidup membiara Sr. Angelica OP. Perayaan ini dipimpin oleh Rm. J. Chr. Purwawidyana Pr.Tanggal 23 Juni 1999, tepat pada pukul 16.00 Kapel Novisiat diberkati oleh P.Enrico Gonzales OP. Sebelum Perayaan Ekaristi, acara didahului serah terima Kapel Baru dengan pengguntingan pita dari Bapak Ir. Dwijo Susanto kepada Sr. Assumpta OP selaku Pemimpin Umum Kongregasi. Pemberkatan yang dihadiri oleh umat Paroki Baciro dan para Suster OP ini ditutup dengan acara ramah tamah.
Tahun 2000, Sr. Fidelis OP diangkat kembali menjadi Pemimpin Novisiat, surat pengangkatannya dibacakan oleh Sr. Gemma OP selaku Pemimpin Umum Kongregasi periode 2000 – 2006.
Mulai September 2005 Novisiat sedang merenovasi bangunan yang masih beratap asbes dan menggantinya dengan genting supaya lebih sejuk dan nyaman dihuni.
(Sr. Fid OP)
|